Saat anda melangkahkan kaki ke toko perhiasan untuk pertama kalinya, penjual hampir pasti menanyakan satu hal. “Ingin mencari perhiasan emas tua atau emas muda?” Pertanyaan tersebut lazim menimbulkan keraguan di kalangan pembeli baru. Banyak yang bertanya-tanya, emas tua berapa karat sebenarnya. Apakah istilah ini merujuk pada umur fisik dari logam tersebut? Atau, apakah ada makna teknis di baliknya?
Memahami istilah dalam dunia perhiasan sangat penting agar anda tidak salah memilih barang, baik untuk kebutuhan estetika sehari-hari maupun investasi jangka panjang. Dalam panduan komprehensif ini, kita akan mengulas secara mendalam mengenai pengertian emas tua, standar kadar karatnya, perbedaannya dengan emas muda, hingga cara mudah mengenalinya secara fisik.
Definisi Emas Tua di Pasaran Indonesia
Secara sederhana, istilah emas tua mengacu pada perhiasan emas yang memiliki tingkat kemurnian relatif tinggi, yaitu umumnya di atas 70% atau setara dengan 18 karat ke atas. Istilah “tua” di sini sama sekali tidak berkaitan dengan berapa lama orang telah menambang, memproduksi, atau menyimpan emas tersebut di dalam brankas.
Istilah emas tua dan emas muda merupakan jargon perdagangan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat Indonesia untuk mempermudah kategorisasi kadar kemurnian. Seperti yang kita ketahui, emas murni 24 karat memiliki sifat fisik yang sangat lunak dan lentur. Jika perajin menempa emas 24 karat begitu saja menjadi cincin tipis atau kalung dengan ukiran rumit, perhiasan tersebut akan sangat mudah penyok, berubah bentuk, atau bahkan patah saat seseorang mengenakannya.
Oleh karena itu, para pengrajin perhiasan mencampur emas murni dengan logam lain seperti tembaga, perak, zinc, atau paladium agar struktur perhiasan menjadi lebih keras dan tahan lama. Di pasaran Indonesia, jika persentase kandungan emas murni dalam campuran tersebut mendominasi (di atas 70%), pedagang mengategorikan perhiasan tersebut sebagai emas tua. Sebaliknya, jika kandungan logam campurannya lebih banyak daripada emas murni, pedagang menyebut perhiasan itu emas muda.
Berapa Persen Kadar Emas Tua?
Tingkat kemurnian emas diukur dalam satuan karat (K) atau persen kadar. Untuk membantu anda mengenali jenis-jenis emas tua yang beredar di pasaran, berikut adalah pembagian standar karatase yang umum dijumpai:
Kadar Emas 70% (Identik dengan 18 Karat Lokal)

Perhiasan dengan kadar 70% merupakan standar batas bawah untuk kategori emas tua di Indonesia. Di dalam toko emas, perhiasan jenis ini sering kali diberi stempel atau cap angka 700. Emas kadar 70% sangat populer karena memiliki keseimbangan yang sangat baik antara kekuatan fisik dan kilau warna emas yang indah.
Kadar Emas 75% (18 Karat Standar Internasional)

Kestabilan struktur yang mumpuni serta sifat anti-korosinya menjadikan emas ber-cap 750 (kadar 75%) fondasi terbaik untuk berlian dan permata mahal. Standar fine jewelry global ini pun menjadi pilihan utama jajaran perhiasan kelas atas dunia.
Kadar Emas di Atas 75% hingga 99,9% (22, 23, dan 24 Karat)

Kategori ini mencakup perhiasan dengan kadar 87,5% (cap 875/21K), 91,6% (cap 916/22K), hingga logam mulia 99,9% (24K). Emas pada kategori ini memiliki warna kuning keemasan yang sangat pekat dan nilai ekonomis yang sangat tinggi. Namun, karena tingkat kemurniannya yang mendekati sempurna, perhiasan dengan kadar ini biasanya dibuat dengan desain yang lebih tebal dan sederhana agar tidak mudah berubah bentuk.
Baca Juga: Pajak Beli Emas Batangan, Hitungan Lengkap agar Tidak Kaget
Perbedaan Utama Emas Tua dan Emas Muda
Agar anda dapat membuat keputusan pembelian yang tepat, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara emas tua dan emas muda dari berbagai aspek teknis dan ekonomis:
1. Dari Segi Kandungan Logam Campuran

Emas tua didominasi oleh emas murni (minimal 70%), sehingga proporsi logam tambahan hanya berkisar 25-30%. Sementara itu, emas muda memiliki kadar emas di bawah 50% (contohnya 37,5% atau 9K, dan 42% atau 10K). Ini berarti pada emas muda, jumlah kandungan tembaga atau perak jauh lebih banyak daripada emas murninya.
2. Dari Segi Daya Tahan dan Reaksi pada Kulit

Kandungan emas murni yang tinggi membuat emas tua bersifat hipoalergenik (aman untuk kulit sensitif) serta sangat tahan terhadap reaksi kimia lingkungan. Emas tua tidak akan berubah warna atau menghitam meskipun terkena keringat, parfum, atau air hujan. Sebaliknya, emas muda lebih rawan mengalami pudar, kusam, atau meninggalkan bekas kehitaman pada kulit akibat porsi logam campuran yang teroksidasi.
3. Dari Segi Harga Beli dan Nilai Jual Kembali (Buyback)

Harga per gram emas tua tentu lebih tinggi dibanding emas muda karena nilai intrinsik emas murninya yang lebih besar. Namun, keunggulannya terletak pada nilai jual kembali (buyback). Emas tua memiliki nilai jual yang sangat stabil di pasaran karena hampir semua toko emas atau pegadaian menerimanya, serta mengenakan persentase potongan harga yang lebih kecil saat anda ingin menjualnya kembali.
3 Cara Mudah Cek Kadar Emas Tua secara Fisik
Sebelum anda membawa pulang perhiasan emas, ada beberapa langkah identifikasi mandiri yang bisa anda lakukan untuk memastikan keaslian dan kadarnya:
- Periksa Kode Cap (Hallmark) pada Perhiasan
Produsen perhiasan resmi selalu menyertakan ukiran angka kecil di bagian dalam perhiasan (misalnya di bagian dalam lingkaran cincin atau pada pengait kalung). Cari kode angka seperti 700, 750, 875, atau 999. Jika anda menemukan kode tersebut, dapat dipastikan perhiasan tersebut termasuk dalam kategori emas tua.
- Amati Intensitas Warna dan Kilau
Emas tua memiliki warna kuning kemerahan atau keemasan yang hangat dan pekat secara alami. Kilaunya tampak lembut dan konsisten. Jika perhiasan terlihat terlalu mencolok atau memiliki kilap sintetis seperti mainan plastik, ada kemungkinan kadar emas di dalamnya sangat rendah.
- Uji Ketahanan Terhadap Korosi
Emas murni adalah logam mulia yang tidak bereaksi dengan oksigen. Coba gosokkan perhiasan pada kain bersih secara perlahan. Emas tua asli tidak akan meninggalkan noda kusam atau mengelupas permukaannya karena warnanya menyatu sempurna dalam seluruh lapisan logam, bukan sekadar lapisan (plating) luar.
Kesimpulan
Memahami apa yang dimaksud emas tua memberikan anda keunggulan dalam menentukan perhiasan mana yang paling bernilai untuk dibeli. Dengan kadar kemurnian di atas 70%, emas tua menawarkan perpaduan sempurna antara estetika yang elegan, kenyamanan penggunaan jangka panjang, dan nilai investasi yang aman dari inflasi. Meskipun membutuhkan modal awal yang sedikit lebih besar dibanding emas muda, daya tahan dan kestabilan nilai jual kembalinya menjadikan emas tua pilihan yang jauh lebih bijak.
Dapatkan Info Harga & Analisis Pasar Terkini di Berita Emas!
Ingin selalu up-to-date dengan pergerakan harga emas harian, tren pasar logam mulia, dan tips investasi tepercaya? Jangan lewatkan informasi terbaru seputar dunia investasi hanya di Berita Emas. Akses portal Berita Emas sekarang untuk mendapatkan panduan analisis pasar harian dan strategi beli-jual emas yang paling menguntungkan bagi anda!









Tinggalkan Balasan